
Definisi Formal Risiko
Risiko = efek ketidakpastian pada sasaran. Risiko sering ditandai dengan merujuk kepada potensi peristiwa dan dampak, atau kombinasi keduanya.Risiko sering dinyatakan dengan kombinasi dampak suatu peristiwa (termasuk perubahan keadaan) dan kemungkinan keterjadian. Dari definisi risiko diatas dapat dijabarkan :
- a. Efek adalah deviasi dari harapan-positif dan/atau negatif.
- b. Ketidakpastian adalah kondisi,bahkan parsial,defisiensi informasi berkaitan dengan pemahaman atau pengetahuan terhadap suatu peristiwa,dampaknya,atau kemungkinannya.
- c. Sasaran dapat memiliki berbagai aspek (seperti keuangan,kesehatan,dan keselamatan,serta lingkungan) dan dapat diterapkan pada berbagai tingkat (seperti strategis,organisasi,proyek,produk,dan proses).
Pemilik Risiko
Orang atau entitas dengan akuntabilitas (tanggung jawab) dan wewenang untuk mengelola risiko.

Jenis Risiko Organisasi
- a. Risiko Manufacturing :
- 1. Risiko Perencanaan dan Pengendalian Produksi
- 2. Risiko Pengadaan Bahan Baku
- 3. Risiko Proses Produksi
- 4. Risiko Maintenance
- 5. Risiko Kegagalan Mesin
- b. Risiko Keuangan :
- 1. Risiko Likuiditas
- 2. Risiko Pendanaan
- 3. Risiko Kredit dan Suku Bunga
- 4. Risiko Piutang Tak Tertagih
- 5. Risiko Investasi
- c. Risiko Pemasaran :
- 1. Risiko Komplain dari Customer
- 2. Risiko Pengiriman Barang
- 3. Risiko Undersupply
- 4. Risiko Oversupply
- 5. Risiko Penjualan
- d. Risiko SDM :
- 1. Risiko Keselamatan Kerja
- 2. Risiko Demo Kerja
- 3. Risiko Fraud
- 4. Risiko Kapabilitas Pekerja
- e. Risiko Teknologi :
- 1. Risiko Kegagalan Sistem
- 2. Risiko Peretasan
- 3. Risiko Privasi Data
- f. Risiko Lingkungan Bisnis :
- 1.Risiko Politik
- 2. Risiko Ekonomi
- 3. Risiko Sosial
- 4. Risiko Lingkungan Hidup
Enam Pertanyaan Manajemen Risiko
- Apa yang mau saya capai ?
- Apa saja yang mempengaruhi hal tersebut ?
- Manakah yang paling penting ?
- Apa yang harus saya lakukan ?
- Apakah itu berhasil ?
- Perubahan apa yang terjadi ?
Standar Manajemen Risiko ISO 31000 : 2018

Perubahan Prinsip Manajemen Risiko
Perubahan Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Perubahan Proses Manajemen Risiko
Prinsip Manajemen Risiko
- Menciptakan dan Melindungi Nilai
- Bagian Terpadu dari Semua Proses dalam Organisasi
- Bagian dari Pengambilan Keputusan
- Eksplisit Ditujukan pada Ketidakpastian
- Sistematis,Terstruktur,dan Tepat Waktu
- Berdasarkan Informasi Terbaik yang Tersedia
- Disesuaikan Penggunaannya
- Mempertimbangkan Faktor Manusia dan Budaya
- Transparan dan Inklusif
- Dinamis,Berulang,dan Responsif terhadap Perubahan
- Memfasilitasi Perbaikan Terus-menerus dari Organisasi
Prinsip 1 : Menciptakan dan Melindungi Nilai
- Manajemen risiko berkontribusi pada pencapaian tujuan dan perbaikan kinerja yang dapat didemonstrasikan,dalam misalnya keselamatan dan kesehatan manusia,keamanan,kepatuhan pada hukum dan perundang-undangan,keberterimaan oleh publik,perlindungan lingkungan,mutu produk,manajemen proyek,efisiensi dalam operasi,tata kelola dan reputasi.
- Prinsip ini menyatakan bahwa manajemen risiko menciptakan nilai dan melindungi nilai dengan cara membantu perusahaan untuk mencapai sasarannya.Manajemen risiko membantu dengan cara mengidentifikasi dan menanggulangi faktor eksternal dan internal suatu organisasi yang menyebabkan ketidakpastian yang berhubungan dengan sasaran.Pada penerapannya,pengelolaan risiko bukan merupakan tujuan perusahaan,melainkan sebagai alat bantu untuk mencapai sasaran.
Prinsip 2 : Bagian Terpadu dari Semua Proses dalam Organisasi
- Manajemen risiko bukan kegiatan berdiri sendiri yang terpisah dari kegiatan dan proses utama dari sebuah organisasi. Manajemen risiko adalah bagian tanggung jawab manajemen dan merupakan bagian terpadu dari semua proses organisasi, termasuk perencanaan strategis dan semua proses manajemen proyek dan manajemen perubahan
- Prinsip ini menyatakan bahwa manajemen risiko harus menjadi bagian dari setiap proses bisnis. Apabila manajemen risiko tidak terintegrasi dalam aktivitas dan proses manajemen yang lain, manajemen risiko dapat dianggap sebagai tugas administrasi tambahan yang tidak membuat atau melindungi nilai. Jika mungkin, komponen lain dari kerangka kerja manajemen risiko sebaiknya disatukan ke dalam komponen sistem manajemen yang sudah ada.
Prinsip 3 : Bagian dari Pengambilan Keputusan
- Manajemen risiko membantu para pengambil keputusan untuk membuat pilihan berdasarkan informasi yang dianggap cukup, prioritas tindakan, dan membedakan antar berbagai alternatif tindakan.
- Prinsip ini menyatakan bahwa manajemen risiko menyediakan dasar untuk pengambilan keputusan. Manajemen risiko harus diintegrasi ke dalam kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan dan proses pengambilan keputusan.
- Proses pengambilan keputusan harus dikaji secara konsisten dan apabila diperlukan dilakukan perlakuan risiko. Diambil atau tidaknya sebuah keputusan turut mengikutsertakan risiko, dan penting untuk memiliki pemahaman mengenai risiko yang terkait dengan situasi tersebut. Manajemen risiko dapat digunakan untuk:
- − Membuat keputusan;
- − Memprioritaskan tindakan;
- − Membantu membedakan antara rangkaian tindakan alternatif.
Prinsip 4 : Secara Khusus Menangani Ketidakpastian
- Manajemen risiko secara eksplisit mempertimbangkan ketidakpastian, sifat dari ketidakpastian, dan bagaimana ketidakpastian tersebut disikapi.
- Prinsip ini menyatakan bahwa manajemen risiko secara khusus membahas efek ketidakpastian pada sasaran. Risiko hanya dapat dinilai atau diperlakukan secara berhasil jika sifat dan sumber ketidakpastian tersebut dipahami. Segala jenis ketidakpastian memerlukan pertimbangan, dan kehati-hatian dibutuhkan agar taksiran ketidakpastian tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Prinsip 5 : Sistematis,Terstruktur,dan Tepat Waktu
- Manajemen risiko menganut pendekatan yang bersifat sistematis, terstruktur dan tepat waktu untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian tingkat efisiensi, hasil yang konsisten, dan dapat diperbandingkan serta andal.
- Prinsip ini menyatakan bahwa pendekatan yang konsisten tentang pengelolaan risiko saat proses pembuatan keputusan akan menciptakan kepercayaan diri dan kesuksesan. Hal tersebut memerlukan praktik organisasi yang mempertimbangkan semua risiko yang berhubungan dengan keputusan tersebut dan kriteria risiko yang konsisten, sesuai dengan sasaran perusahaan dan lingkup kegiatannya.
Prinsip 6 : Berdasarkan Informasi Terbaik yang Tersedia
- Masukan pada proses pengelolaan risiko berdasarkan sumber-sumber informasi seperti data historis, pengalaman, umpan-balik pemangku kepentingan, observasi, prakiraan, dan penilaian ahli. Namun, para pembuat keputusan harus memiliki informasi yang cukup bagi dirinya dan harus juga memperhitungkan keterbatasan data atau model yang digunakan atau kemungkinan perbedaan pendapat di antara para ahli.
- Prinsip ini menyatakan bahwa keandalan dan keakuratan informasi sebaiknya dievaluasi secara reguler mengenai relevansi, ketepatan waktu dan keterkaitannya, dengan asumsi yang terdokumentasi. Kerangka kerja sebaiknya menyediakan tinjauan berkala, dan hal-hal yang diperlukan untuk pemutakhiran atau koreksi
Prinsip 7 : Disesuaikan Penggunaannya
- Manajemen risiko diselaraskan dengan konteks eksternal dan internal organisasi serta profil risiko.
- Prinsip ini menyatakan bahwa setiap organisasi memiliki budaya, karakteristik, kriteria risiko dan konteks operasinya sendiri. Dalam penerapannya bisa jadi risiko yang terdapat pada organisasi yang sama memiliki sistem, model, dan tingkat pertimbangan yang berbeda namun tetap mengacu pada kerangka kerja dan proses SNI ISO 31000.
- Penentuan pendekatan manajemen risiko seperti apakah yang saat ini digunakan dan apakah pendekatan tersebut sesuai dengan pengguna dan sasaran merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan.
Prinsip 8 : Mempertimbangkan Faktor Manusia dan Budaya
- Manajemen risiko mengakui kapabilitas, persepsi dan intensi dari pihak eksternal dan internal yang dapat memfasilitasi atau menghambat pencapaian sasaran organisasi.
- Prinsip ini melibatkan perolehan pandangan dari para pemangku kepentingan, serta pemahaman bahwa pandangan tersebut dapat dipengaruhi oleh karakteristik manusia dan budaya. Faktor-faktor untuk dipertimbangkan termasuk sosial, politik, dan budaya, serta konsep waktu.
Prinsip 9 : Transparan dan Inklusif
- Keterlibatan yang sesuai dan tepat waktu dari para pemangku kepentingan, khususnya pengambil keputusan di semua tingkatan organisasi, memastikan bahwa manajemen risiko tetap relevan dan terkini. Keterlibatan juga membolehkan pemangku kepentingan untuk diwakili secara tepat serta guna mendapatkan pandangan mereka untuk dipertimbangkan dalam menentukan kriteria risiko.
- Prinsip ini dapat diberlakukan pada berbagai tingkatan. Ini dapat tercermin dalam kebijakan manajemen risiko organisasi. Sebagai contoh penerapan prinsip ini, misalnya: “Kami akan menginformasikan dan mengonsultasikan pemangku kepentingan sedapat mungkin agar mereka memahami sasaran kami dan dapat mengontribusikan pengetahuan dan pandangan mereka untuk membantu kami dalam pengambilan keputusan”
- Penerapan dari prinsip ini sebaiknya mempertimbangkan isu kerahasiaan, keamanan dan privasi.
Prinsip 10 : Dinamis,Berulang,dan Responsif Terhadap Perubahan
- Manajemen risiko peka dan responsif secara terus-menerus terhadap perubahan. Pada saat dilakukan pemantauan dan tinjauan risiko, akibat dari terjadinya peristiwa eksternal dan internal, konteks dan pengetahuan berubah maka risiko baru muncul, beberapa berubah dan lainnya menghilang.
- Prinsip ini menyatakan bahwa setiap perubahan sasaran organisasi, atau aspek apapun dari keadaan internal atau eksternal, tidak dapat dihindari akan mengubah risiko (misalnya restrukturisasi internal, adanya pemasok utama baru, atau perubahan dalam hukum yang relevan).
- Sama halnya, perubahan dalam konteks organisasi (misalnya akuisisi perusahaan lain, atau mendapatkan kontrak besar baru) mungkin memerlukan perubahan kerangka kerja (misalnya dalam pelatihan, spesialisasi risiko). Proses manajemen risiko sebaiknya dirancang untuk mencerminkan dinamika organisasi (misalnya dari perubahan).
Prinsip 11 : Memfasilitasi Perbaikan Terus-Menerus dari Organisasi
- Organisasi harus mengembangkan dan mengimplementasikan strategi untuk meningkatkan kematangan manajemen risiko bersamaan dengan semua aspek lain dari organisasi mereka.
- Prinsip ini menyatakan bahwa pengembangan manajemen risiko, berdasarkan keputusan berbasis risiko, dapat mengurangi ketidakpastian dalam mencapai tujuan, meminimalkan fluktuasi, dan meningkatkan volatilitas. Manajemen risiko membantu penerapan aspek perbaikan dan peningkatan yang dilakukan organisasi dan menjadikannya sebagai salah satu aktivitas pengendalian risiko. Penerapan prinsip ini dalam perusahaan dapat terlihat dari pendefinisian secara jelas tujuan dari peningkatan berkelanjutan dalam regulasi organisasi.
Proses Manajemen Risiko
A. Profil Risiko
Profil risiko (risk profile) adalah uraian dari risiko yang telah dinilai pada suatu organisasi. Profil risiko dikumpulkan dari unit kerja untuk kemudian diagregasikan di tingkat organisasi. Pendekatan yang dilakukan merupakan gabungan antara pendekatan bawah ke atas (BKA, bottomup), yang menghasilkan profil risiko operasional, dengan pendekatan atas ke bawah (AKB, topdown), yang menghasilkan profil risiko strategis.
B. Definisi Proses Manajemen Risiko
Proses manajemen risiko adalah penerapan sistematis kebijakan, prosedur, dan pelaksanaan untuk kegiatan komunikasi, konsultasi, penetapan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, perlakuan, pemantauan, dan peninjauan risiko
C.Komunikasi dan Konsultasi
Komunikasi dan konsultasi adalah proses terus menerus dan berulang yang dilakukan oleh organisasi untuk menyediakan, membagi, atau memperoleh informasi, dan untuk terlibat dalam dialog dengan para pemangku kepentingan mengenai pengelolaan risiko. Tujuan komunikasi dan konsultasi:
− Menentukan konteks dengan benar − Memahami kepentingan seluruh pemangku kepentingan
− Mendapatkan manfaat dari berbagai macam keahlian (multidisiplin)
− Membantu memastikan bahwa semua risiko telah teridentifikasi dengan baik
− Membantu proses manajemen perubahan
− Memperoleh dukungan dan persetujuan untuk tindakan perlakuan risiko.
D. Penetapan Konteks
- Konteks eksternal
- Konteks internal
- Konteks manajemen risiko :
- − Tanggung jawab
- − Kedalaman dan keluasan aktivitas
- − Lingkup proses, produk, proyek, atau aset
- − Metodologi penilaian risiko
- − Indikator kinerja pengelolaan risiko
- Kriteria risiko :
- − Kriteria kemungkinan risiko
- − Kriteria dampak risiko
- − Kriteria tingkat risiko
- − Toleransi risiko
E. Kriteria Risiko
F. Penilaian Risiko
Penilaian atau asesmen risiko adalah keseluruhan proses dari
− identifikasi risiko,
−analisis risiko, serta
−evaluasi risiko.
• ISO 31010 Risk Assessment Techniques berisi 31 teknik untuk melakukan penilaian atau asesmen risiko.
G. Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko merupakan proses untuk menemukan, mengenali, menguraikan dan menggambarkan risiko. Secara lebih spesifik menemukan
“sumber risiko”, apa “pemicu” yang menimbulkan terjadinya “peristiwa berisiko” dan apa “potensi dampaknya” terhadap sasaran organisasi. Secara singkat meliputi proses untuk menentukan “apa, di mana, bilamana, mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat terjadi” yang mempunyai dampak pada pencapaian sasaran organisasi. Tujuan dari identifikasi risiko adalah menghasilkan sebanyak mungkin risiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran organisasi. Ini penting karena risiko yang tidak teridentifikasi, tidak akan diproses dalam tahap berikutnya (analisis dan evaluasi risiko).
H. Analisis Risiko
Analisis risiko adalah proses untuk memahami sifat-sifat risiko dan kemudian menentukan peringkat risiko. Analisis risiko merupakan dasar untuk menentukan proses evaluasi risiko di mana akan ditentukan proses perlakuan risiko yang sesuai dan paling efektif. Proses analisis risiko dilakukan sebagai berikut:
− Identifikasi dan evaluasi pengendalian risiko yang ada
− Menentukan tingkat kemungkinan dan dampak risiko
− Menentukan peringkat risiko
− Dokumentasi proses analisis risiko.
I. Evaluasi Risiko
Evaluasi risiko adalah proses yang membandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko untuk menentukan apakah suatu risiko dapat diterima atau tidak. • Hasil dari proses ini adalah prioritas risiko yang memerlukan perlakuan risiko dan juga jenis perlakuan risiko yang akan dilakukan. Proses evaluasi risiko dilaksanakan sebagai berikut:
− Menyusun peringkat risiko berdasarkan hasil dari analisis risiko
− Mempertimbangkan keseluruhan profil risiko
− Menyusun daftar prioritas risiko untuk perlakuan risiko lebih lanjut.
J. Perlakuan Risiko
Perlakuan risiko adalah proses identifikasi, seleksi, dan penerapan tindak lanjut terhadap risiko-risiko yang dalam hasil evaluasi risiko tidak masuk dalam peringkat risiko yang dapat diterima atau dapat ditoleransi. Tujuan dari perlakuan risiko adalah menurunkan atau menghilangkan dampak dari risiko-risiko tersebut di atas yang dapat mengganggu pencapaian sasaran organisasi hingga masuk ke dalam kriteria ”dapat diterima”.
K.Pemantauan dan Peninjauan
Definisi:
− Pemantauan: Pemeriksaan, pengawasan, observasi, atau penentuan secara kritis yang berkelanjutan terhadap status guna mengidentifikasi perubahan dari tingkat kinerja yang diperlukan atau diharapkan.
− Peninjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas dari pokok persoalan guna mencapai sasaran yang ditetapkan.
• Laporan:
− Kelemahan pengendalian risiko
− Kelemahan sistem manajemen risiko
− Kegagalan tindak lanjut atas temuan kelemahan
− Kegagalan dari mitigasi
− Analisis dan refleksi pasca kejadian
Tujuan:
− Memastikan bahwa pengendalian risiko berjalan efektif dan efisien sesuai dengan rancang bangun dan secara operasi
− Memperoleh informasi terkini guna peningkatan asesmen risiko
− Mendapatkan pelajaran dari peristiwa risiko yang telah lalu, perubahan yang terjadi, tren, keberhasilan maupun kegagalan penanganan risiko
− Mendeteksi perubahan konteks internal maupun eksternal, termasuk perubahan kriteria risiko dan kondisi risiko itu sendiri, yang menuntut penyesuaian perlakuan risiko serta kemungkinan perubahan prioritas
− Mengidentifikasi kemungkinan timbulnya risiko baru.
Blog ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas perkuliahan Pengantar Aplikom.Kunjungi situs https://www.esaunggul.ac.id/