MANAJEMEN RISIKO
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Risiko = efek ketidakpastian pada sasaran. Risiko sering ditandai dengan merujuk kepada potensi peristiwa dan dampak, atau kombinasi keduanya.Risiko sering dinyatakan dengan kombinasi dampak suatu peristiwa (termasuk perubahan keadaan) dan kemungkinan keterjadian. Dari definisi risiko diatas dapat dijabarkan :
Orang atau entitas dengan akuntabilitas (tanggung jawab) dan wewenang untuk mengelola risiko.


A. Profil Risiko
Profil risiko (risk profile) adalah uraian dari risiko yang telah dinilai pada suatu organisasi. Profil risiko dikumpulkan dari unit kerja untuk kemudian diagregasikan di tingkat organisasi. Pendekatan yang dilakukan merupakan gabungan antara pendekatan bawah ke atas (BKA, bottomup), yang menghasilkan profil risiko operasional, dengan pendekatan atas ke bawah (AKB, topdown), yang menghasilkan profil risiko strategis.
B. Definisi Proses Manajemen Risiko
Proses manajemen risiko adalah penerapan sistematis kebijakan, prosedur, dan pelaksanaan untuk kegiatan komunikasi, konsultasi, penetapan konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, perlakuan, pemantauan, dan peninjauan risiko
Komunikasi dan konsultasi adalah proses terus menerus dan berulang yang dilakukan oleh organisasi untuk menyediakan, membagi, atau memperoleh informasi, dan untuk terlibat dalam dialog dengan para pemangku kepentingan mengenai pengelolaan risiko. Tujuan komunikasi dan konsultasi:
− Menentukan konteks dengan benar − Memahami kepentingan seluruh pemangku kepentingan
− Mendapatkan manfaat dari berbagai macam keahlian (multidisiplin)
− Membantu memastikan bahwa semua risiko telah teridentifikasi dengan baik
− Membantu proses manajemen perubahan
− Memperoleh dukungan dan persetujuan untuk tindakan perlakuan risiko.
D. Penetapan Konteks
E. Kriteria Risiko
Penilaian atau asesmen risiko adalah keseluruhan proses dari
− identifikasi risiko,
−analisis risiko, serta
−evaluasi risiko.
• ISO 31010 Risk Assessment Techniques berisi 31 teknik untuk melakukan penilaian atau asesmen risiko.
Identifikasi risiko merupakan proses untuk menemukan, mengenali, menguraikan dan menggambarkan risiko. Secara lebih spesifik menemukan
“sumber risiko”, apa “pemicu” yang menimbulkan terjadinya “peristiwa berisiko” dan apa “potensi dampaknya” terhadap sasaran organisasi. Secara singkat meliputi proses untuk menentukan “apa, di mana, bilamana, mengapa, dan bagaimana sesuatu dapat terjadi” yang mempunyai dampak pada pencapaian sasaran organisasi. Tujuan dari identifikasi risiko adalah menghasilkan sebanyak mungkin risiko yang dapat menghambat pencapaian sasaran organisasi. Ini penting karena risiko yang tidak teridentifikasi, tidak akan diproses dalam tahap berikutnya (analisis dan evaluasi risiko).
Analisis risiko adalah proses untuk memahami sifat-sifat risiko dan kemudian menentukan peringkat risiko. Analisis risiko merupakan dasar untuk menentukan proses evaluasi risiko di mana akan ditentukan proses perlakuan risiko yang sesuai dan paling efektif. Proses analisis risiko dilakukan sebagai berikut:
− Identifikasi dan evaluasi pengendalian risiko yang ada
− Menentukan tingkat kemungkinan dan dampak risiko
− Menentukan peringkat risiko
− Dokumentasi proses analisis risiko.
Evaluasi risiko adalah proses yang membandingkan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko untuk menentukan apakah suatu risiko dapat diterima atau tidak. • Hasil dari proses ini adalah prioritas risiko yang memerlukan perlakuan risiko dan juga jenis perlakuan risiko yang akan dilakukan. Proses evaluasi risiko dilaksanakan sebagai berikut:
− Menyusun peringkat risiko berdasarkan hasil dari analisis risiko
− Mempertimbangkan keseluruhan profil risiko
− Menyusun daftar prioritas risiko untuk perlakuan risiko lebih lanjut.
Perlakuan risiko adalah proses identifikasi, seleksi, dan penerapan tindak lanjut terhadap risiko-risiko yang dalam hasil evaluasi risiko tidak masuk dalam peringkat risiko yang dapat diterima atau dapat ditoleransi. Tujuan dari perlakuan risiko adalah menurunkan atau menghilangkan dampak dari risiko-risiko tersebut di atas yang dapat mengganggu pencapaian sasaran organisasi hingga masuk ke dalam kriteria ”dapat diterima”.
Definisi:
− Pemantauan: Pemeriksaan, pengawasan, observasi, atau penentuan secara kritis yang berkelanjutan terhadap status guna mengidentifikasi perubahan dari tingkat kinerja yang diperlukan atau diharapkan.
− Peninjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk menentukan kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas dari pokok persoalan guna mencapai sasaran yang ditetapkan.
• Laporan:
− Kelemahan pengendalian risiko
− Kelemahan sistem manajemen risiko
− Kegagalan tindak lanjut atas temuan kelemahan
− Kegagalan dari mitigasi
− Analisis dan refleksi pasca kejadian
Tujuan:
− Memastikan bahwa pengendalian risiko berjalan efektif dan efisien sesuai dengan rancang bangun dan secara operasi
− Memperoleh informasi terkini guna peningkatan asesmen risiko
− Mendapatkan pelajaran dari peristiwa risiko yang telah lalu, perubahan yang terjadi, tren, keberhasilan maupun kegagalan penanganan risiko
− Mendeteksi perubahan konteks internal maupun eksternal, termasuk perubahan kriteria risiko dan kondisi risiko itu sendiri, yang menuntut penyesuaian perlakuan risiko serta kemungkinan perubahan prioritas
− Mengidentifikasi kemungkinan timbulnya risiko baru.
Blog ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas perkuliahan Pengantar Aplikom.Kunjungi situs https://www.esaunggul.ac.id/
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.